Selasa, 03 Maret 2015

KECERDIKAN SEEKOR TIKUS MENUMBUHKAN PERSAHABATAN

Cerita ini saya angkat dari sebuah film yang menceritakan tentang kecerdikan seekor tikus yang menumbuhkan persahabatan dengan seekor ular. Pada suatu hari disebuah gurun pasir hiduplah seekor ular dan seekor tikus. Namun ular tersebut sangat ingin memangsa tikus. tetapi tikus selalu berusaha mencari akal agar ular tidak lagi berniat memangsanya. Kemudian pada saat itu ular sudah mulai lapar, padahal ia sedang tidak mempunyai sedikit pun makanan. Sedangkan tikus yang berada tidak jauh dari ular sedang asyik melahap makanannya, dan ular pun merasa tidak senang melihat kelakuan tikus. Kemudian ular berkata “Dengarkan ucapanku, wahai, tikus yang angkuh! Aku pasti akan mendapatkan tubuhmu yang mungil dan lezat itu!” teriak ular mengancam tikus. Lalu tikus pun menjawab “Hei, Ular. Berusaha dan bekerjalah. Jangan hanya berani mengancam. Kalau hanya mengancam, seekor semut pun bisa!” kemudian ularpun sangat marah mendengar ejekan tikus. lalu ular kembali ke sarangnya dengan perut yang lapar, Sedangkan tikus masih lahap dengan makanannya. Kemudian waktu terus berjalan, tetapi ular tidak juga menemukan makanannya. Ia juga enggan untuk keluar dari sarangnya. Sementara itu tikus sudah lelap dalam sarangnya. Ular yang masih dalam keadaan lapar segera mengandap-endap mendekati sarang tikus meski ia masih sangat kesal terhadap tikus. Dan kini ular telah berada di sisi tikus yang sedang tidur pulas. Lalu ular berkata “Hei, Tikus. Aku sudah berada di sebelahmu dan siap untuk menyantapmu!” kata ular mengagetkan tikus. Tikus segera terbangun dari tidurnya. Sambil berpura-pura menguap, ia mulai memutar otak agar bisa lolos dari cengkraman ular. Kemudian tikus pun menjawab “Tunggu dulu Ular sahabatku. Kalau kau ingin memakanku, kau harus berpikir dulu. Kita hanya berdua di sini, tidak ada hewan lain. Jika kau memakanku maka kau akan sendiri. Kau tidak akan mempunyai teman yang dapat kauajak mencari makan. Kalau begitu kau tidak akan makan dan akhirnya kau akan mati!” sejenak ular terdiam. Ia mencoba merenungkan nasehat tikus. Kemudian ularpun bertanya pada tikus “Jadi kita tidak bisa hidup sendiri?” Dan tikus pun menjawab “Tentu. Bukankah kita bisa berteman dan tentunya kita dapat mencari makan bersama. Bukankah itu lebih menyenangkan daripada nantinya setelah kau memakanku kau hanya akan hidup sendiri.” Ular pun mengangguk tanda mengerti. Lalu berkata “Baiklah kalau begitu maafkan aku!” Lalu Tikus pun memaafkan ular. kemudian singkat cerita merekapun akhirnya tersenyum bahagia, kemudian beranjak mencari makanan bersama-sama.

0 komentar:

Posting Komentar