Rabu, 25 Februari 2015

Pentingnya Menjaga Lisan Ketika Sedang Marah

Pada Suatu hari, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah dan mudah tersinggung, suatu ketika anak tersebut di panggil oleh sang ayah untuk membantunya membuat pagar disekeliling rumahnya. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada sang anak untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah... kemudian pada hari pertama anak itu telah memakukan paku yang begitu banyak di pagar belakang rumahnya setiap kali dia marah, lalu secara bertahap jumlah paku dikantong yang diberikan sang ayah terus berkurang, dan dia mendapati ternyata lebih mudah menahan amarahnya ketimbang memaku pagar. Akhirnya tibalah waktu dimana si anak merasa benar-benar bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal tersebut kepada sang ayah, lalu sang ayahpun mengusulkan untuk mencabut satu paku dalam satu hari setiap dia berhasil menahan amarahnya. kemudian hari-hari pun berlalu dan si anak akhirnya memberitahu kepada sang ayah bahwa ia telah berhasil mencabut paku-paku tersebut, lalu sang ayahpun menuntun si anak menuju pagar di belakang rumahnya. "hemmmzz, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tetapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini !. pagar ini tidak akan sama seperti sebelumnya yang dulunya pagar ini begitu mulus dan sekarang pagar ini penuh dengan lobang. Anakku ’’ingatlah! Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, niscaya kata-kata yang kamu keluarkan meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain yang ketika kamu marah... Ibarat engkau menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabutnya, niscaya pisau tersebut akan meninggalkan bekas . maka dari itu jagalah kemarahanmu anakku jika engkau tidak mau orang lain terluka, karena luka dari kata-kata lebih buruk dari luka fisik..." Berdasarkan cerita tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa menahan lisannya dari amarah, Allah SWT berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" [Al-Hujurat : 12] maka dari itu "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam" Semoga Alloh SWT memberi kekuatan pada kita untuk senatiasa menjaga lisan dari perkataan-perkataan yang buruk....aamiin ya rabbal’alamin.. Forever Semoga Bermanfa’at

0 komentar:

Posting Komentar