Sabtu, 04 April 2015

LAHIRNYA GURU-GURU MUDA PROFESIONAL DI ERA GLOBAL

         Sejak pertama kali diperkenalkan program SM3T (Sarjana Mendidik Didaerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) pada bulan Oktober 2011 yang lalu kelayak publik, program ini telah menjadi idola baru bagi Alumni Sarjana Pendidikan atau lulusan FKIP di Indonesia. Pada awalnya banyak yang meragukan, apakah program ini hanya proyek pendidikan belaka atau memang benar suatu terobosan efektif untuk mengatasi permasalahan kekurangan guru didaerah terpencil khususnya didaerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) yang ada di indonesia ini. namun sekarang keraguan itu telah terjawab, bahwa Program SM-3T telah membuktikan eksistensinya sebagai program unggulan untuk memajukan pendidikan khususnya di daerah 3T di bumi pertiwi indonesia ini, dan program SM3T bukanlah sekedar program abal-abal atau program yang menghasilkan proyek belaka yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu seperti penaksiran dari sebagian orang, dan sejak mulainya program pada tahun 2011 yang lalu hingga tahun 2015 kini, peserta SM3T sudah tercatat lebih dari 10.000 peserta alumni sarjana pendidikan yang telah bergabung menjadi sarjana Mendidik dipelosok-pelosok negeri ini. Mereka telah mengabdikan hidupnya untuk mengisi kekurangan Guru didaerah 3T khususnya di kawasan Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan, NTT, Maluku, dan Papua sekitarnya.
       Banyak cobaan dan rintangan yang harus dihadapi oleh seorang guru SM-3T. Termasuk mempertaruhkan nyawa pun menjadi jaminannya. Beberapa musibah duka tercatat telah dialami oleh beberapa peserta SM-3T, mulai dari wabah penyakit yang menimpa, tenggelamnya perahu, dan masalah keamanan menjadi momok yang selalu menghantui peserta ketika bertugas didaerah penempatan.
Seperti musibah yang menimpa saudara kita Masril peserta SM3T angkatan II asal LPTK Unsyiah Aceh yang meninggal dunia akibat sakit berat yang dialaminya disaat berakhirnya tugas pengabdian di daerah 3T di Kepulauan Riau dan bersamaan dengan waktu penjemputan oleh pihak LPTK untuk dikembalikan kedaerah asalnya Aceh dan ironisnya beliau menghembus nafas terakhir seketika pemberangkatan menuju pulang dan akibat jangkauan transportasi yang sulit dijangkau. Akhirnya, almarhum Masril disemanyamkan disana ditanah pertiwi Kepulauan Riau kabupaten Anambas, dan itu meninggalkan duka yang begitu berat bagi keluarganya. dan terakhir-terakhir ini, musibah yang menimpa Mohammad Isnaeni peserta SM-3T asal Universitas Negeri Surabaya ditemukan tenggelam saat perahu yang ditumpanginya karam di perairan Maluku Barat.
        Pengabdian dan pengorbanan para Guru SM-3T merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh peserta. Tidak ada kemenangan yang dapat diraih tanpa harus melalui perjuangan yang begitu berat. Untuk itu kesungguh-sunguhan menjadi modal penting dalam sebuah kata pengabdian.
Untuk memotivasi pengabdian Guru SM-3T, DIKTI pun telah menyiapkan prospek cerah sedemikian rupa, yang nantinya akan dihadiahkan kepada pejuang-pejuang pendidikan ini. Mulai Dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berasrama dengan status beasiswa selama 1 tahun pasca SM-3T, dan Formasi Khusus dalam Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Tapi semua prospek cerah ini hanya akan didapat oleh peserta yang serius dan beruntung dan dapat melewati alur yang telah ditentukan.
Seperti halnya, program PPG hanya diperuntukkan kepada alumni yang dinyatakan lulus mengikuti pengabdian SM-3T, dan formasi khusus dalam Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hanya diperuntukkan bagi peserta SM-3T yang dinyatakan lulus dalam PPG, dibuktikan dengan Sertifikat Pendidik.
Bagi peserta SM-3T yang dinyatakan lulus PPG, juga di berikan pilihan untuk mengikuti Seleksi Calon Pendidik di Sabah Malaysia, dan pada tahun ini telah dibuka juga pendaftaran untuk Calon pendidik di Sabah, Johor Batu Malaysia dan Mindanao Filipina. Dimana program ini menawarkan kontrak selama 2 tahun untuk mendidik anak-anak Indonesia yang ada didaerah 3T disana dengan Gaji 15 juta/bulannya.
        Alur Prospek Program SM-3T dari Tahun 2011 sampai sekarang, menjadi seorang sarjana mendidik bukanlah perkara gampang, butuh banyak proses melalui tahap-tahap seleksi yang harus dilalui. Pada tahun ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) telah membuka kembali pendaftaran peserta Guru SM3T secara online yang sudah dimulai dari tanggal 9 maret 2015 s/d 7 juni 2015 mendatang. Penyeleksian secara online dan waktu pendaftaran yang panjang ini merupakan bukti nyata bahwa Kemristekdikti membuka peluang yang sebesar-besarnya kepada seluruh alumini sarjana pendidikan S1 yang ada untuk bersaing secara ketat.
Pendaftaran tahap awal secara online bertujuan untuk menyeleksi dokumen secara online, dan apabila dinyatakan lulus secara administrasi maka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti Tes Online dengan menggunakan komputer di LTPK penyelenggara.
Tahap selanjutnya apabila peserta dinyatakan lulus tes online maka peserta akan diundang untuk mengikuti tes wawancara, ini adalah seleksi akhir yang sangat menentukan, Apakah peserta layak menjadi the next sarjana mendidik atau tidak. Dan apabila beruntung dan layak bergabung, maka persiapkanlah diri anda dengan sungguh-sungguh untuk menjadi pejuang pendidikan yang seutuhnya.
Prospek program SM-3T adalah nyata dan bukan iming iming belaka dan program SM3T (Bukan Program Main-main /kutipan “Dekan FKIP Unsyiah”) .maka dari itu mulailah dengan niat baik untuk masa depan yang lebih baik.

Salam Maju Bersama Mencerdaskan Bangsa

0 komentar:

Posting Komentar