Hari ini saya ingin
menceritakan tentang sebuah kisah nyata yang di alami oleh dua orang kakak beradik yang lumayan cantik dan bernama Ainul "sang kakak" dan Anggun "sang adik" pada beberapa tahun silam..
Disebuah desa kecil dekat tempat
kediaman saya terdapat dua anak gadis yang sudah berumur dan belum menikah, si
kakak bernama Ainul dan si adik bernama Anggun, kemudian pada suatu hari si
adik atau di sapa dengan Anggun di anugerahkan jodoh dengan seorang Ustadz,
lalu seorang kakak yang bernama Ainul
tersebut menasehati adiknya yg lebih muda umurnya dari dirinya sebagai berikut;
Kakak : "adik, apakah kamu sudah
pikirkan matang-matang tentang rencana pernikahan kamu dgn pilihan ustadz kamu
itu ??"
Adik : “sudah, kak..!! Mungkin sudah saatnya saya
untuk nmenikah, apa lagi pilihannya itu seorang ustadz, dengan begitu saya bisa
mengaji dan memperdalam ilmu agama dan pastinya pemuda yang begitu itu
insyaAllah pemuda baik kak.”
Kakak : “adik, bukannya kakak
pingin melarang kamu untuk menikah dengannya, tapi apa tidak sebaiknya kamu
pikir2 terlebih dahulu untuk menikah dengannya? Menikah itu bukanlah
pekerjaan maen2 dik, paling tidak dia bisa menjamin kehidupan mu kelak”.
Adik : “Kak, saya percaya kepada
Allah, Allah akan memberi rizki kepada seseorang yg sudah menikah atau berumah
tangga, dan adik lihat kakak sejak dari dulu selalu memilih-milih pasangannya,
yang gantenglah, yang berpangkatlah, makanya hingga saat ini kakak belum juga
menikah”.
Tp saya tidak memandang rupa atau pun kedudukan nya kak, tapi yang terpenting bagi saya adalah keimanannya dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, dan adik yakin kami pasti bisa hidup bahagia dan dapat menjadikan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohma. "InsyaAllah."
Tp saya tidak memandang rupa atau pun kedudukan nya kak, tapi yang terpenting bagi saya adalah keimanannya dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, dan adik yakin kami pasti bisa hidup bahagia dan dapat menjadikan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohma. "InsyaAllah."
Kemudian Kakaknya hanya terdiam
saja dan merasa malu dengan apa yang dikatakan oleh adiknya ,lalu beberapa hari
kemudian tibalah akad nikah adiknya, namun kakaknya menangis, entah apa yg
ditangisinya, entah penyesalan atau kata-kata yang disampaikan adiknya bahwa
menikah tidak harus dgn orang yg tampan atau lebih tinggi ke dudukannya entah ada hal lain yang membuatnya menyesal akan tindakannya selama ini.
lalu Singkat cerita; sesudah 2 tahun
pernikahan adiknya, namun kakak nya belum juga menikah, apa lagi adiknya sudah
dikaruniai seorang anak dan hidupnya pun bahagia.
kemudian sang kakak hanya bisa merenung, krna selama ini adiknya hidup dengan pas-pasan, tetapi kelihatan mereka kehidupannya bisa bahagia , sedangkan dirinya tetap sama seperti dulu bahkan usianya pun semakin dewasa namun tidak ada seorang pun yg mau menikah dengan nya.
kemudian sang kakak hanya bisa merenung, krna selama ini adiknya hidup dengan pas-pasan, tetapi kelihatan mereka kehidupannya bisa bahagia , sedangkan dirinya tetap sama seperti dulu bahkan usianya pun semakin dewasa namun tidak ada seorang pun yg mau menikah dengan nya.
Sungguh disayangkan.
Dari cerita tersebut saya
mengambil kesimpulan bahwa; “dalam berkehidupan ini janganlah kita terlalu
banyak dalam memilih, terutama dalam memilih jodoh akan hartanya, pangkatnya atau
jabatannya, tetapi pilihlah dia karena imannya dan bisa menjadi imammu kelak, serta memilih ia hanya karena mengharap
ridho Allah.
Forever
Semoga bermanfa'at
Cerpen
Karya; Reza Pahlevi, S.Pd. Gr








good story
BalasHapus