"Bintang Kecilku Yang Hilang"
Saat
aku menatap langit
kupandangi awan gelap yang menutupi sang bulan
kupandangi awan gelap yang menutupi sang bulan
Kuresapi apa artinya malam
hatiku resah dan gelisah ketika
mataku memandang
Namun apakan daya, semua itu hanyalah ciptaan Allah semata
Keindahan bulan datang pun seketika
Ku hanya dapat memandang dan terus memandangnya dalam kejauhan
Namun tak kala dentang jam pun berbunyi
Namun apakan daya, semua itu hanyalah ciptaan Allah semata
Keindahan bulan datang pun seketika
Ku hanya dapat memandang dan terus memandangnya dalam kejauhan
Namun tak kala dentang jam pun berbunyi
datanglah cahaya kecil
menghiasi sang malam
Anugerah Allah yang sangat sempurna
Bintang kecil pun muncul dengan seketika
Seketika itu pula, keindahan langit mulai terasa
Inginku mendekatinya “ohh sang bintang kecil inginku memilikimu”
Tapi aku apa kan daya
Menatap jauh hanya bersifat sementara
Namun nafasku terhenti seakan memanggil
“Ohh bintang, tunggulah aku, aku ingin berjumpa denganmu”
Tak kala itu bintang pun menghilang seketika ditutup awan
Namun hilang pula harapanku untuk bertemu dengannya
Seketika itu pula
Anugerah Allah yang sangat sempurna
Bintang kecil pun muncul dengan seketika
Seketika itu pula, keindahan langit mulai terasa
Inginku mendekatinya “ohh sang bintang kecil inginku memilikimu”
Tapi aku apa kan daya
Menatap jauh hanya bersifat sementara
Namun nafasku terhenti seakan memanggil
“Ohh bintang, tunggulah aku, aku ingin berjumpa denganmu”
Tak kala itu bintang pun menghilang seketika ditutup awan
Namun hilang pula harapanku untuk bertemu dengannya
Seketika itu pula
aku terdiam dengan penuh
rasa kecewa
aku terhenti dan berkata "ohh bintang tak setiakah kau menungguku "
“Padahal aku selalu setia menantimu”
aku terhenti dan berkata "ohh bintang tak setiakah kau menungguku "
“Padahal aku selalu setia menantimu”
Seketika itu pula
Bintang pun tak lagi
menyinari awan diseketika malam
Harapanku sirna dalam penantian
Namun kucoba merenung akan penyesalan
Harapanku sirna dalam penantian
Namun kucoba merenung akan penyesalan
Tak kala awan hitampun
menutupi malam
Ombak pantai pun terdengar olehnya
Suara kodok pun bernada dalam kebisingan
Dikala itu juga, hujan pun turun menghiasi tanaman
Gerimis senyautku dalam penuh kesejukan
Ombak pantai pun terdengar olehnya
Suara kodok pun bernada dalam kebisingan
Dikala itu juga, hujan pun turun menghiasi tanaman
Gerimis senyautku dalam penuh kesejukan
Pohonan pun mulai
bergembira
Sang rumputpun mulai
menggeleng-gelengkan kepala
Menyambut seraya datangnya
hujan
Seakan memberi isyarat
malam dalam seketika
Namun kesejukan yang dbawa sang hujan
Mengingatkan ku betapa besar anugerah ilahi untuk selalu di hayati
Senada irama nada getiran hujan yang jatuh diujung dedaunan
Seakan hidup penuh dengan harapan
Namun kesejukan yang dbawa sang hujan
Mengingatkan ku betapa besar anugerah ilahi untuk selalu di hayati
Senada irama nada getiran hujan yang jatuh diujung dedaunan
Seakan hidup penuh dengan harapan
Namun kucoba merenung
akannya malam yang silih berganti
Kucoba tuliskan puisi
untukmu sang malam
Tentang bintang kecilku
yang hilang diterjang awan.
Puisiku
Karya; Reza Pahlevi, S.Pd. Gr







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar